3 Makanan Buka Puasa Ala Jawatimuran yang Paling Banyak Disukai

Table of Contents

 3 Makanan Buka Puasa Ala Jawatimuran yang Paling Banyak Disukai

Buka puasa selalu jadi momen yang terasa hangat dan penuh makna. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh butuh asupan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga nyaman di perut. Di tahun 2026, tren berbuka puasa pun semakin beragam—mulai dari menu kekinian hingga hidangan tradisional yang tetap jadi favorit. Menariknya, kuliner Jawatimuran ini masih menjadi pilihan banyak orang karena cita rasanya yang kuat, lengkap, dan memuaskan.

Sebagai penikmat sekaligus pengamat kuliner Nusantara, saya melihat satu hal yang konsisten: makanan khas Jawa Timur selalu punya tempat spesial saat Ramadan. Bumbunya kaya, porsinya mengenyangkan, dan cocok dinikmati bersama keluarga. Berikut tiga menu yang paling banyak disukai untuk berbuka.

1. Sego Sambel: Sederhana, Pedas, dan Menggugah Selera

Kalau bicara soal makanan buka puasa ala Jawa Timur, sego sambel hampir selalu masuk daftar teratas. Menu ini juga dikenal sebagai penyetan. Konsepnya sederhana: nasi hangat, lauk goreng atau bakar (ayam, ikan, tempe, tahu), lalapan segar, dan sambal yang diulek langsung di cobek.

Kenapa menu ini begitu disukai saat berbuka? Karena sego sambel menghadirkan kombinasi lengkap:

  • Karbohidrat dari nasi
  • Protein hewani atau nabati dari lauk
  • Serat dan vitamin dari lalapan

Secara nutrisi, menu ini cukup seimbang untuk mengembalikan energi setelah puasa. Namun, ada satu hal penting yang sering saya ingatkan: jangan langsung menyantap sambal super pedas saat perut masih kosong. Idealnya, awali berbuka dengan air putih dan makanan manis ringan, lalu lanjut ke menu utama seperti sego sambel agar lambung tetap nyaman.

Di berbagai kota seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi, warung penyetan selalu ramai saat magrib tiba. Ini bukti bahwa menu tradisional tetap jadi primadona di tengah gempuran makanan modern.

2. Pecel Semanggi: Ikon Tradisional yang Tetap Bertahan

Berbeda dari pecel pada umumnya, pecel semanggi memiliki ciri khas pada bahan utamanya, yaitu daun semanggi—tumbuhan paku air yang tumbuh subur di Indonesia. Biasanya semanggi dikukus lalu disajikan bersama kecambah, kangkung, bunga turi, dan kerupuk puli.

Yang membuatnya unik adalah bumbunya. Jika pecel biasa menggunakan saus kacang tanah murni, pecel semanggi mencampur kacang tanah dengan ubi, gula merah, dan petis. Rasanya manis-gurih dengan sentuhan khas Jawa Timur.

Dari sisi pengalaman kuliner, pecel semanggi bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas budaya, khususnya di Surabaya. Bahkan dalam berbagai festival kuliner Ramadan, menu ini hampir selalu hadir sebagai representasi kuliner tradisional.

Untuk berbuka, pecel semanggi cocok bagi yang ingin menu lebih ringan namun tetap mengenyangkan. Kandungan sayurnya membantu tubuh mendapatkan serat yang dibutuhkan setelah seharian berpuasa.

3. Sate Klopo: Gurihnya Berbeda dari Sate Biasa

Sate klopo adalah bukti bahwa kreativitas kuliner Jawa Timur tidak main-main. Kata “klopo” dalam bahasa Jawa berarti kelapa. Sate ini menggunakan parutan kelapa yang dicampurkan pada daging sebelum dibakar.

Biasanya daging sapi atau ayam dibumbui terlebih dahulu, lalu dilumuri parutan kelapa, baru kemudian dibakar hingga aromanya harum. Hasilnya? Rasa gurih yang lebih kaya dibanding sate biasa.

Saat berbuka puasa, sate klopo sering dipilih karena:

  • Rasanya tidak terlalu pedas
  • Cocok disantap dengan lontong atau nasi
  • Memberikan energi cukup besar setelah puasa

Aroma bakarannya saja sudah mampu menggugah selera, apalagi setelah seharian menahan lapar. Tak heran banyak pedagang sate klopo kebanjiran pembeli menjelang waktu magrib selama Ramadan.

Kenapa Kuliner Jawa Timur Cocok untuk Berbuka?

Makanan buka puasa ala Jawatimuran identik dengan rasa kuat, porsi mengenyangkan, dan komposisi yang lengkap. Ini selaras dengan kebutuhan tubuh setelah puasa: energi cepat kembali, rasa puas terpenuhi, dan suasana kebersamaan semakin terasa.

Selain itu, banyak menu khas Jawa Timur yang masih mempertahankan resep tradisional turun-temurun. Hal ini membuat cita rasanya autentik dan dipercaya kualitasnya dari generasi ke generasi.

Penutup

Jika Anda sedang berada di Jawa Timur saat Ramadan 2026, jangan lewatkan kesempatan mencicipi sego sambel, pecel semanggi, dan sate klopo sebagai pilihan berbuka. Ketiganya bukan hanya lezat, tetapi juga mencerminkan kekayaan kuliner daerah yang tetap relevan hingga sekarang.

Dan kalau Anda berada di luar Jawa Timur, tiga menu ini layak masuk wishlist kuliner Ramadan Anda. Karena berbuka puasa bukan sekadar makan, tetapi merayakan tradisi, rasa, dan kebersamaan.